Halo sahabat selamat datang di website komunitasfotografi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Review DJI Mavic Air 2 oleh - komunitasfotografi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Entah itu beli kamera, mobil, atau mesin kopi, pasti ada aja yang kayak gini: ‘bagus di semua hal tapi bagusnya nggak ekstrim’, iya nggak? Dan kalau kita ngomong drone di tahun 2020 ini, ya Mavic Air 2 yang kayak gitu.

Drone baru DJI ini adalah penerus DJI Mavic Air yang sebelumnya rilis di 2018. Dan sifat-sifatnya kakaknya juga nurun, yaitu nerbangin-nya yang gampang diiringi fitur-fitur pro. Bedanya, kali ini DJI bener-bener nge-redesign ulang modelnya. Hasilnya adalah sebuah drone baru yang lebih kecil, lebih terjangkau dibandingkan DJI Mavic 2 Pro, yang secara fitur masih bisa bersaing (dan bahkan di beberapa area lebih bagus) dengan sepupunya yang lebih mahal itu.

Sekilas design Mavic Air 2 kayak ada yang nyentrong seri DJI Mavic 2 pakai senter pengecilnya Doraemon, menciut. DJI Mavic Air 2 juga dateng dengan remote control model baru. Hadir sebagai drone dengan fitur dan teknologi baru, bukan berarti ini cuma kloningan dari kakaknya ya, karena DJI nge-klaim Mavic Air 2 adalah drone mereka yang paling pintar untuk saat ini.

Semua aspek dari Mavic Air 2 mulai dari dronenya, app buat kontrolnya, setting kamera, dan mode terbangnya, semua didesain dengan kemudahan user jadi acuannya (ini menurut DJI ya).

Semua ketidakefisienan yang ada pada Mavic Air katanya juga sudah diatasi. Meski begitu, drone ini nggak perfect ya, tapi paling nggak jadi ada standar baru untuk harga medium, apa yang bisa dilakukan DJI sudah jauh lebih maju. Apa aja jerohannya sih? Yuk!

credit: Future

Harga DJI Mavic Air 2

DJI Mavic Air 2 akan masuk Indo dengan banderol Rp 11.999.000  untuk paket basic dan harga Rp 15.999.000 untuk yang paket Fly More combo. Paket basic ya isinya basic-basic aja yaitu: drone, 1 baterai, remote control, dan semua kabel-kabel yang dibutuhin biar bisa terbang. Sementara paket Fly More combo isinya ketambahan: shoulder bag, ND filter, charging hub, dan 2 baterai ekstra.

Meskipun kondisi dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, DJI tetap akan mendistribusikan drone baru ini dan kemungkinan sudah available di beragam negara sekitar pertengahan hingga akhir Mei.

 

Desain dan Konektivitas Remote

Desain DJI Mavic Air 2 bisa dibilang udah nggak ada mirip-miripnya sama kakaknya si Mavic Air. DJI bener-bener nge-redesign drone baru ini untuk memberikan imrpovement yang signifikan di segala area, termasuk kualitas gambar, kecepatan, waktu terbang, dan lain-lain.

Dari luar, Mavic Air 2 ini lebih mirip sebagai miniaturnya DJI Mavic 2 Pro tapi bisa dilipat layaknya Mavic Air.

credit: Futures

Mavic Air 2 memiliki dimensi 180 x 97 x 84mm ketika terlipat â€"  seukuran botol minum 500mm lah kira-kira â€" dan sekitar 183 x 253 x 77mm ketika direntangkan semua.

Dengan berat sekitar 570g, bisa dibilang bobotnya cuma separuh dari Mavic 2 Pro, ngebuat Mavic Air 2 jadi bener-bener portable, sekaligus powerful baik untuk fotografer maupun videografer. Mengingat ukuran yang segini, di beberapa negara perlu didaftarkan dulu ya sebelum beroperasi.

Yang perlu diperhatikan adalah desain Mavic Air 2 ini bagian kaki belakangnya dijadikan dudukan dan sangat rendah banget. Jadi mesti nyari area yang bener-bener flat dan kalau bisa yang nggak ada rumputnya supaya take-off maupun landingnya bisa lancar.

Karena kalau sampai keserimpet rumput bisa terbangnya bisa kemana-mana kalau udah terlanjur terbang dan akhirnya malah nabrak. Makanya untuk alasan ini, sebaiknya selalu bawa landing mat supaya dimanapun kita mau terbang selalu punya flat surface.

Melihat desain remote yang jadi nggak bisa dilipat memang sedih (apalagi semua seri Mavic bisa dilipat semua), tapi yang sedih lagi adalah ukuran remote yang jadi lebih besar ini juga nggak dilengkapi screen.

Jadinya remote Mavic Air 2 ini jadi seperti versi kecil DJI Smart Controller tapi tanpa screen.

Terlepas dari itu semua, desain ini sangat nyaman sekali untuk digenggam berkat grip yang berkontur di bagian belakang. Dan remote baru ini connect lebih cepat ke drone dibandingkan remote drone DJI lainnya.

Kemudian melalui desain baru ini, smartphone akan ditempatkan di atas remote menggunakan telescopic grip yang bisa menerima segala ukuran smartphone, temasuk tablet. Kabel nantinya menjulur dari bagian atas, dan enaknya bisa disediakan slot supaya bisa dimasukkan dengan rapi ketika tidak sedang digunakan.

Kemudian untuk stick kontrol tersimpan di bagian karet sebelah bawah remote, dan di box masih tersedia 2 lagi sebagai cadangan.

Kalau bicara soal kemudahan kontrol, remote Mavic Air 2 kali ini dilengkapi beberapa akses baru yang memudahkan seperti: switch untuk pindah flight mode dari tripod mode, normal mode, dan sport mode. Sementara yang lain sama dengan tombol remote seri mavic sebelum-sebelumnya.

 

Fitur-fitur dan Mekanisme Terbang

Mavic Air 2 dibekali dengan motor baru, electronic speed controller baru, teknologi baterai baru, dan karena desain baru jelas dengan aerodinamis yang baru juga. Kombinasi dari semua ini menghasilkan durasi terbang Mavic Air 2, yakni 34menit, dan kecepatan terbangnya pun bisa sampai 42m per jam.

Ini adalah peningkatan yang signifikan mengingat Mavic Air seri pertama hanya bisa sampai 21 menit dan ini juga sudah lebih lama 3 menit dari seri Mavic 2. Secara keseluruhan kita bisa ‘bermain drone’ lebih lama dengan Mavic Air 2 ini, baterai remotenya pun juga tahan lama.

Menerbangkan DJI Mavic Air 2 sama mudahnya dengan menerbangkan drone DJI  lainnya berkat teknologi mereka yang udah ciamik. Namun yang membedakan sistem Mavic Air 2 dengan yang lainnya adalah soal fitur transmisi Ocusync 2.0 yang jelas lebih superior dibandingkan yang ada di Mavic Air seri pertama. Komunikasi antara remote dan drone akan lebih terjaga di sini.

Ocusync 2.0 mensupport frekuensi 2.4GHz dan 5.8GHz dan bisa berpindah-pindah dari frekuensi satu ke frekuensi lainnya. Teknologi anti-interfensi juga membantu ngeblok sinyal-sinyal yang tidak diinginkan.

Perlu diingat, meskipun sudah dipersenjatai dengan sistem transmisi yang jago, tetap ada kemungkinan live view patah-patah apabila situasi lapangan cukup mengganggu. Jadi tetap harus waspada sebagai pilot.

Soal keamanan, Mavic Air 2 dilengkapi dengan obstacle sensor di bagian depan dan belakang drone. Ketika diaktifkan, ini tentu akan membantu pilot merasa aman mengingat sensor-sensor itu akan menghindarkan drone dari tabrakan (selama dikenali oleh si sensor).

Selain itu juga ada sensor wajib di bagian bawah yang membantu dalam hal landing otomatis, sama dengan yang ada pada drone-drone terbaru DJI lainnya. Fitur keamanan lainnya adalah Geofencing, dimana drone akan secara otomatis berhenti ketika mendekati area berbahaya dan area yang diamankan seperti: area olahraga udara, dan wilayah penting negara.

Tidak berhenti di sana saja, kita juga akan mendapatkan fitur Advanced Pilot Assistance System (APAS) 3.0. Fitur ini akan membantu drone kembali ke rute terbang yang aman setelah menghindari rintangan berkat obstacle sensornya. Dengan ini, seharusnya pilot bisa lebih aman lagi dalam menerbangkan drone karena drone bisa terbang menuju lokasi yang diharapkan tanpa khawatir akan menabrak.

Ada juga yang lain adalah AirSense. Ini adalah fitur baru yang hanya ada di Mavic Air 2 saat ini. Fitur ini memungkinkan kita untuk mengetahui lokasi pesawat dan helikopter yang sedang terbang didekat drone, sehingga meminimalisir kecelakaan. Namun fitur ini sepertinya hanya ada di drone yang didistribusikan di Amerika Utara saja sampai saat ini.

Selain peningkatan dalam hal keamanan, Mavic Air 2 juga mewarisi banyak fitur canggih dari Mavic Pro 2 seperti mode terbang otomatisnya. Mode terbang otomatis ini termasuk: Focus Track, Hyperlapse dengan 4 opsi terbang, free movement, Circle, Course Lock, dan Way Points.

Kemudian ada juga yang disebut dengan ‘Quickshot’, sebuah mode terbang otomatis (sama dengan mode otomatis di kamera) yang akan berusaha membuat karya visual berupa video kece hanya dengan satu sentuhan tombol aja. Ini termasuk Rocket, Circle, Dronie, Helix, Boomerang, atau Asteroid.

 

Kualitas Foto & Video

Kualitas gambar Mavic Air 2 dioprek habis oleh DJI, dan alhasil meningkat secara masif. Sebagian besar berkat kamera baru 12MP dengan sensor 1/2 inch Quad Bayer, yang mampu memberikan hasil yang lebih clear di semua level ISO. Meski begitu layaknya drone berkamera lainnya, ISO sebaiknya dijaga tidak lebih tinggi dari 400 untuk hasil maksimal.

Dari sisi lensa, Mavic Air 2 memiliki focal length ekuivalen 24mm dengan aperture f/2.8. Focus lensa ini diset untuk untuk jarak yang hyperfocal, dan depth of field cukup dalam untuk mendapatkan foto yang tajam dari ujung ke ujung.

Berdasarkan beberapa yang sudah testing kamera drone baru ini, foto akan sangat tajam di area tengah, dan sedikit berkurang ketajaman fokusnya di area ujung-ujung foto. Sebenernya ini sama seperti di drone seri Mavic lainnya. Kalau harus dibandingkan dengan seri Mavic Air, seri 2 ini secara umum memiliki ketajaman fokus yang lebih baik.

Untuk fotografer, terutama yang membutuhkan hasil foto terbaik, Mavic Air 2 sudah disertai dengan format RAW (DNG), manual kontrol untuk kameranya, dan beberapa mode pintar lainnya seperti: HDR Photo, Hyperlight, dan Scene Recogition. Pada mode-mode pintar ini hasilnya berupa JPEG ya.

HDR Photos akan menangkap foto dengan 7 jenis bracketed exposures yang digabung jadi satu menjadi foto HDR untuk mendapatkan detil yang sempurna baik di area highlight maupun area shadow.

Hyperlight adalah mode yang didesain untuk ngefoto low-light. Mekanismenya adalah dengan ngefoto beberapa kali untuk digabungkan sehingga noise nya bisa jauh berkurang.

Sementara Scene Recognition adalah mode dimana kamera akan mengenal 5 tipe scene: sunset, blue sky, grass, snow, dan trees. Kemudian kamera akan mengoptimasi setting untuk masing-masing scene.

Fitur pintar lainnya adalah Mavic Air 2 bisa ngefoto di resolusi 48MP meskipun resolusi sebenernya adalah 12MP. Kok bisa? Konsepnya menggunakan cara interpolasi alias nggabungin beberapa foto jadi satu, namun ini udah secara otomatis. Jadi kita bisa dapetin foto dengan resolusi lebih besar dengan gampang.

Untuk videografer, DJI Mavic Air 2 dibekali dengan fitur yang belum pernah ada di drone flagship DJI lainnya. Misalnya seperti resolusi video 4K dengan 60fps, dan video slowmotion dengan 240fps di resolusi Full HD 1080. Jadi meskipun berukuran kecil, kita bisa mengharapkan hasil profesional baik dari sisi foto maupun video dari DJI Mavic Air 2 ini.

Video tetap bisa direkam dalam format RAW untuk mendapatkan dynamic range yang lebih mantap. Selain itu juga ada menu HDR untuk video yang aktif di resolusi Full HD, 2.7K, dan 4K, dengan fps sampai 30fps. Bitrate dari video sudah 120Mbps (sangat tinggi) dan disertai dengan kompre H.265 yang ramah untuk diupload di Youtube dan platform online lainnya.

Kesimpulan

DJI telah memproduksi beragam consumer drone baik untuk fotografer dan videografer, jadi bisa dibilang mereka punya segala line-up untuk beragam kebutuhan.

Makanya, perbedaan antara seri Mavic satu dengan lainnya jadi semakin blur saja. Bisa kita anggep si DJI Mavic Mini yang kecil hemat itu saingan Mavic Air 2 ini juga, begitu pula dengan Mavic 2 Pro/Zoom juga jadi saingan juga. Semua tergantung kebutuhan kita mau makainya buat apa dulu, baru bisa dibandingkan mana yang paling kita butuhkan dengan budget paling sesuai.

Tapi secara umum, Mavic Air 2 adalah drone serbabisa terutama untuk non profesional karena tersedia beragam mode (lebih banyak dari Mavic Mini), dan meskipun Mavic 2 menawarkan sensor yang lebih besar, Mavic Air 2 memiliki nilai yang lebih pas jika mempertimbangkan harga..

Jadi kamu pilih yang mana?

Itulah tadi informasi mengenai Review DJI Mavic Air 2 oleh - komunitasfotografi.xyz dan sekianlah artikel dari kami komunitasfotografi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

 
Top